Gandeng Kemenristekdikti, Lemdik UMK Kudus Gelar Seminar Kurikulum Pendidikan Tinggi

Salah satu sudut UMK Kudus. (Foto: Humas UMK)

Bae, KUDUSDAILY.COM ** Bekerja sama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KemenristekDikti), Lembaga Pendidikan Universitas Muria Kudus (Lemdik UMK) menyelenggarakan Seminar Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT), di Ruang Seminar Lantai IV Gedung Rektorat, Sabtu (17/12/2016).

Seminar membahas Penyusunan Kurikulum Bermuatan Pendidikan Karakter Kebangsaanyang berorientasi pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Narasumber seminar, Prof Maman Rachman, mengataka bahwa penanaman nilai-nilai karakter dapat diimplementasikan secara fisik maupun non-fisik.

“Secara fisik, karakter kebangsaan yang berorientasi KKNI bisa dilakukan dengan design tempat atau pun ruangan. Sedang non-fisiknya, diimplementasikan melalui hasil penelitian, prosiding, buku-buku bertemakan karakter. Dengan penanaman nilai-nilai karakter ini, kampus diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berintegritas,’’ ujarnya, dirilis Humas UMK.

Menurutnya, sungguh penting penerapan karakter kebangsaan berorientasi KKNI. Guru besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) tersebut kemudian mengilustrasikan apa yang telah diterapkan di kampus tempatnya mengajar.

‘’Di Unnes, terdapat dua tokoh fiksi yang menjadi cerminan karakter kebangsaan, yakni Pakde Kara dan Ujang Ukon. Pakde Kara adalah Padepokan Karakter, sedang Ujang Ukon yaitu Unit Jaringan Unnes Konservasi,” terang Maman.

Unnes, sambungnya, mendirikan Pakde Kara dan Ujung Ukon agar dosen maupun mahasiswa dapat bersinggungan secara langsung dengan pendidikan karakter.

Sebanyak 87 peserta yang terdiri dosen dan mahasiswa, ikut dalam seminar yang bertujuan agar kampus dapat menentukan profil lulusan dan capaian pembelajaran, di samping penyusunan mata kuliah, SKS, dan membuat rencana pembelajaran yang tepat dan berkarakter.

Pentingnya RPS dan Silabus

Sebelumnya, Lemdik mengadakan Workshop Penyegaran Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Silabus bagi Dosen, pada Jumat (16/9/2016).

Narasumber workshop, Suprihadi, mengungkapkan, silabus dapat berperan layaknya iklan dari mata kuliah yang diampu dosen. Semakin lengkap silabus, akan semakin memudahkan dosen dalam mengajar. Untuk itu, silabus harus menarik dan memberikan informasi selengkap-lengkapnya.

“Karakteristik silabus yang baik, antara lain memuat pengantar yang menjelaskan kepada mahasiswa mengenai perkuliahan yang akan dijalani bersama, tujuan perkuliahan, serta tugas dan bobotnya dalam penentuan nilai akhir,’’ tutur dosen Program Stud (Prodi) Pendidikan Bahasa Ingggris (PBI) itu.

Dalam pelaksanaan di lapangan, sambungnya, cara mengajar dosen satu dengan lainnya, bisa sangat berbeda.

“Mengajar itu seni. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bisa sama, tetapi metode dan teknik pengajaran, bisa berbeda,” jelasnya.

Narasumber lain, Endang Dewi Murnie, menambahkan, setidaknya, ada enam hal yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran yang baik menurut pedoman penyusunan Kurikulum Perggurun Tinggi (KPT) UMK 2015.

‘’Enam hal tersebut, harus ada capaian pembelajaran (learning outcomes) yang jelas, organisasi Perguruan Tinggi (PT) yang sehat, pengelolaan PT yang transparan dan akuntabel, ketersediaan rancangan pembelajaran sesuai kebutuhan dunia kerja, kemampuan dan keterampilan SDM akademik serta non akademik yang profesional, lalu ketersediaan sarana prasarana serta fasilitas belajar yang memadai,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, penyusunan kurikulum PT perlu mempertimbangkan berbagai aspek, seperti analisis terhadap perkembangan keilmuan, keahlian, kebutuhan pasar dan pemangku kepentingan, penetapan profil lulusan, penetapan capaian pembelajaran, dan penetapan bahan kajian.

“Tugas kepala Prodi bersama tim, merumuskan dan menyusun capaian pembelajaran. Dan perlu dipahami pula, dosen adalah ilmuwan sekaligus pendidik. Sebagai pendidik, dosen juga harus menyelesaikan administrasi pendidikan. Salah satu administrasi pendidikan yang harus dilengkapi yaitu RPS dan Silabus,” pungkas Endang.