Destinasi Wisata Baru di Wonosoco

Pemandangan menakjubkan yang layak Anda kunjungi. (Dinas Pariwisata Kudus)

Undaan, KUDUSDAILY.COM ** Ada tiga gua yang menjadi destinasi baru di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, belum lama ini. Meski baru, gua-gua tersebut sudah banyak dikunjungi wisatawan. Ketiganya adalah Gua Batu Cantik, Gua Keraton, dan Gua Surodipo.

Dilansir dari laman resmi dinas pariwisata Kabupaten Kudus, gua-gua tersebut ditemukan para pemburu landak pada 18 Juli 2011 yang lalu. Menurut Kepala Desa Wonosoco, Sudarmin, sejumlah pemburu landak dari Desa Wonosoco secara tidak sengaja menemukan gua saat mengejar landak buruannya yang masuk ke dalam lorong.

Ketiga gua tersebut berada di lokasi berbeda, namun jaraknya relatif dekat satu dengan yang lain. Gua-gua tersebut masing-masing dinamakan Gua Batu Cantik, Gua Keraton dan Gua Surodipo.

“Dinamakan Gua Batu Cantik, karena di dalam gua terdapat banyak bebatuan kapur yang terlihat sangat cantik. Gua kedua dinamakan Gua Keraton, karena di dalam gua terdapat susunan stalaktit dan stalakmit yang menyerupai taman sebuah Keraton. Gua terakhir dinamakan Gua Surodipo karena berdekatan dengan Punden Mbah Surodipo,” kata Sudarmin seperti dikutip di situs tersebut.

Sudarmin juga mengatakan di Gua Keraton terdapat bebatuan kapur yang menyerupai Naga. Di tempat itu terdapat sumur sedalam 14 meter yang mengeluarkan air jernih. Konon air tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Untuk menuju lokasi gua, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 1 kilometer dari Balai Desa Wonosoco. Kondisi jalan menuju ke lokasi berupa tanah berbatu, namun masih dapat dilalui sepeda motor maupun mobil. Kondisi jalan sedikit landai. Di sepanjang jalan, pengunjung dapat menikmati keindahan hutan jati.

Untuk mengelola gua-gua tersebut, Pemerintah Desa Wonosoco sudah membentuk paguyuban yang terdiri dari 55 orang. Mereka bertugas untuk berjaga, dan mendata pengunjung yang datang.

Selain itu tugas mereka juga menemani setiap pengunjung atau menjadi pemandu wisata. Pengelola juga telah menyiapkan lampu senter sebagai penerangan di dalam gua kepada pengunjung yang datang.

“Hingga saat ini, ada ribuan pengunjung yang telah datang dan melihat ke tiga gua. Pengunjung yang datang, selain untuk melihat keindahan gua, juga mengambil air di Gua Keraton untuk penyembuhan penyakit,” tambah Sudarmin.

Menurut data yang ada, para pengunjung gua bukan hanya dari Kudus. sebagian juga datang dari Jepara, Pati, Demak, Grobokan dan Semarang. Bahkan ada juga yang datang dari Jakarta dan Surabaya.

Dia berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Kudus dapat membantu pengelolaan dan perawatan gua. Termasuk pembenahan sarana jalan menuju lokasi gua, pengadaan tempat sampah dan perlengkapan lain yang dibutuhkan.