Jumlah Guru dan Bangunan Sekolah Jadi Perhatian

Pemkab Kudus mewacanakan pemenuhan tenaga pendidik dengan sistem outsourcing. Hal itu akan dilakukan jika Kudus terjadi kekurangan guru SD. (Sumber: Pemkab Kudus).

Kudus, KUDUSDAILY.COM ** Kualitas dunia pendidikan di Kabupaten Kudus terus ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan berupaya untuk menyiapkan tenaga pendidik yang memadahi. Beberapa sekolah dasar (SD) yang kondisinya mengkhawatirkan pun akan segera dibenahi pada tahun ini.

Dilansir dari laman resmi Pemkab Kudus, belum lama ini Pemkab Kudus mewacanakan pemenuhan tenaga pendidik dengan sistem outsourcing. Hal itu akan dilakukan jika Kudus terjadi kekurangan guru SD, sementara belum ada keputusan dari pemerintah mengenai penerimaan PNS khusus untuk tenaga pendidik.

Namun, sebelumnya akan dilakukan pemetaan untuk mengetahui jumlah guru SD di Kudus untuk mengetahui jumlah dan kebutuhan guru. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Joko Susilo, mengatakan jika dari hasil pemetaan, ternyata Kudus masih kekurangan guru, maka wacana guru outsourcing akan dijalankan.

Hal itu dia sampaikan dalam memberikan pengarakan dalam rapat koordinasi antara Disdikpora, UPT Pendidikan dan pengawas di aula kantor Disdikpora.

Menurutnya, nantinya tidak ada lagi istilah guru tidak tetap (GTT). Dia juga menjelaskan wacana pemenuhan guru secara outsourcing akan dikerjasamakan dengan LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Provinsi Jawa Tengah. Dikatakan juga wacana tersebut sudah disampaikan ke Dewan.

Joko menjelaskan, untuk mengikuti program outsourcing, calon guru harus mengikuti seleksi. Guru outsourcing nantinya di luar dari guru PNS dan K2, namun untuk honor akan disamakan dengan K2. Sementara guru GTT yang berpengalaman mengajar dimungkinkan mendapat prioritas khusus. Namun dia mengatakan semua itu masih akan dilakukan kajian lagi.

Sementara itu tahun ini Pemkab Kudus juga akan melakukan penataan pada prasarana pendidikan. Sebanyak 10 sekolah dasar (SD) yang kondisinya memprihatinkan akan segera dibenahi. Perbaikan akan dilakukan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Masih dilansir dari laman berita yang sama, kondisi sekolah-sekolah tersebut telah mendapatkan perhatian dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. Kepala Seksi Sarana (Sarpras) dan Prasarana Disdikpora, Moh Zubaidi, mengatakan akan segera dilakukan pengecekan terhadap sekolah-sekolah yang dimaksud.

Menurutnya sekolah–sekolah yang kondisinya memprihatinkan khususnya sekolah yang tidak di regrouping akan dilakukan pembenahan pada tahun ini. Diharapkan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar, selain itu kenyamanan dan keselamatan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar terjamin.