Pemkab Kudus Tertibakan PKL

sebanyak 2.382 PKl yang ada di Kududs menggelar dagangannya dibeberapa lokasi. PKL tersebut tidak hanya dari Kudus tetapi juga luar kota. (Sumber: Pemkab Kudus).

Kudus, KUDUSDAILY.COM ** Pemerintah Kabupaten Kudus mulai melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang mulai menjamur dan yang melanggar aturan. Penertiban tersebut dilakukan karena jumlah PKL di Kudus yang mencapai ribuan.

“Sampai saat ini jumlah PKL di Kudus mencapai 2.382 pedagang yang tersebar dibeberapa lokasi,” ungkap kepala bidang PKL kepada kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sofyan Dhuhri beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan laman resmi Pemkab Kudus, meskipun kebanyakan PKL didominasi oleh pedagang lokal, namun tak sedikit pula yang berasal dari luar kota seperti Tasikmalaya, Bandung, dan beberapa kota lainnya. Kebanyakan dari para PKL tersebut berjualan kuliner.

“Pedagagang lokal ada 2.122 pedagang dan untuk pedagang luar kota 260 pedagang. Kebanyakan dari mereka berjualan makanan meskipun hampir semua dagangan laku,” lanjutnya.

Salah satu sudut yang paling banyak dikunjungi pembeli adalah PKL yang ada di Jalan Kudus. Meskipun pada intinya Pemkab Kudus memberikan lampu hijau terhadap keberadaan PKL, namun Sofyan tetap akan menindak PKL yang tidak taat peraturan.

“Kami selalu melakukan penertiban bila ada PKL yang membandel karena tidak mematuhi aturan. Bahkan ada juga PKL yang harus dipindah seperti PKL di Jalan Jenderal Sudirman yang ditempatkan disebelah timur Pasar Kliwon,” jelasnya.

Pemkab Kudus juga memberikan tolerasi kepada PKL yang berjualan di pasar tumpah dan tidak mau pindah. Saat ini ada 25 pedagang pasar tumpah di Brak Jambu Janggalan pasar tumpah Plenyikan yang tetap bertahan.

“Kami tetap memperbolehkan berjualan, namun hanya sampai jam 09.00 wib. Setelah jam itu mereka harus sudah membersihkan dan memberesi dagangannya. Hal itu kami lakukan agar tidak menganggu lalu lintas,” tutup Sofyan.