Satuan Pendidikan Didorong Penuhi SPM

PSM digelar Disdikpora Kudus selama 10 hari hingga Jumat (20/10/2017) nanti.
Kegiatan tersebut mulai digelar pada Senin (9/10/2017) lalu. (Sumber: Pemkab Kudus).

Kudus, KUDUSDAILY.COM ** Sosialisasi dan pendataan pelayanan standar minimal (PSM) digelar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus selama 10 hari hingga Jumat (20/10/2017) nanti. Kegiatan tersebut menyasar 714 sekolah yang terdiri dari SD/MI dan SMP/MTs.

Dilansir dari laman resmi Pemkab Kudus, kegiatan tersebut mulai digelar pada Senin (9/10/2017). Kepala Seksi Kurikulum Disdikpora Kudus, Djamin, mengatakan acara yang digelar di Aula Kantor Dekopinda tersebut sejumlah narasumber yang berkompeten.

Dia mengatakan PSM harus diperhatikan dalam setiap penyelenggaraan pendidikan. Untuk itu PSM harus diperhatikan disetiap satuan pendidikan, baik sekolah maupun madrasah. Seperti sarpras dan 8 standar minimal adalah wajib dan harus terpenuhi.

Menurut Djamin, kegiatan sosialisasi dan pendataan tersebut dilakukan dalam rangka pemenuhan standar pendidikan nasional. Dijelaskannya, ada 27 indikator yang harus dipenuhi.

Sebanyak 14 indikator di antaranya dikerjakan oleh pemerintah kabupaten. sedangkan 13 indikator sisanya dikerjakan oleh satuan pendidikan. Berdasarkan data yang ada, sekitar 90 persen dari indikator tersebut sudah dipenuhi setiap sekolah dan madrasah di Kudus.

Sementara itu berdasarkan laman resmi Kemendikbud, SPM Pendidikan Dasar (SPM Dikdas) adalah salah satu tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013, penyelenggaraan pendidikan dasar sesuai SPM merupakan kewenangan dan tanggungjawab Kabupaten/Kota.

Indikator pelayanan pendidikan dasar yang dijalankan oleh kabupaten/kota, di antaranya tersedianya satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau dengan berjalan kaki yaitu maksimal 3 km untuk SD/MI dan 6 km jalan darat/air untuk SMP/MTs dari kelompok permukiman permanen di daerah terpencil.

Jumlah peserta didik dalam setiap rombongan belajar untuk SD/MI tidak melebihi 32 orang dan untuk SMP/MTs tidak melebihi 36 orang. Untuk setiap rombongan belajar tersedia 1 (satu) ruang kelas yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk peserta didik dan guru, serta papan tulis.

Pemerintah kabupaten/kota memiliki rencana dan melaksanakan kegiatan untuk membantu satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang efektif, serta beberapa indikator lainnya.

Sedangkan indikator pelayanan pendidikan dasar oleh satuan pendidikan di antaranya adalah setiap SD/MI menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh pemerintah. Buku mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan Pendidikan Kewarganegaraan, dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik.

Setiap SD/MI menyediakan satu set peraga IPA dan bahan yang terdiri dari model kerangka manusia, model tubuh manusia, bola dunia (globe).

Setiap guru tetap bekerja 37,5 jam per minggu di satuan pendidikan, termasuk merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing atau melatih peserta didik, dan melaksanakan tugas tambahan, serta sejumlah indikator lainnya.