Peduli Kualitas SDM Guru di Kabupaten Kudus, Djarum Foundation Sumbangkan Bangunan PBG

Serah terima sumbangan bangunan PBG dari Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation kepada Bupati Kudus. (Foto: instagram Diskominfo Kudus)

Kudus – Bupati Kudus M. Tamzil menerima sumbangan dari Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation berupa bangunan Pusat Belajar Guru (PBG), Jumat (3/5/2019). Djarum Foundation menyerahkan bangunan meliputi kelas tempat belajar sisi utara, kelas tempat belajar sisi selatan, kantor pengelola, dan sarana penunjang kepada pemerintah daerah.

Bupati mengatakan, kendati baru saja menjabat selama 7 bulan, namun dirinya telah mengikuti perkembangan PBG sejak awal dibangun hingga kini. Pihaknya berusaha terus mendukung seluruh kegiatan dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Kudus.

“Ada pusat belajar guru, ada SMK vokasi yang sudah dibantu Djarum Foundation, dan sekarang masuk ke PAUD,” ujarnya dalam laman resmi Pemkab Kudus.

Sebagai bentuk apresiasi kepada Djarum Foundation, Tamzil juga berkomitmen untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dalam upaya peningkatan SDM guru, serta merawat dan memelihara fasilitas yang ada. Untuk itu, dirinya berpesan kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Kudus untuk menganggarkan lewat APBD, khusus untuk perawatan PBG.

Pihaknya telah memperkirakan kisaran APBD yang akan dianggarkan untuk perawatan PBG pada 2020 kelak. “Idealnya kalau kira-kira bangunan ini habis 15 M paling tidak tiap tahunnya kita siapkan dana 5% untuk pemeliharaan. Paling tidak 750 juta per tahun untuk maintenance memperbaiki alat-alat yang rusak,” imbuhnya.

Felicia Hanitio sebagai salah satu inisiator Djarum Foundation dalam membangun PBG mengaku sangat bangga melihat manfaat PBG bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Kudus.

“Hari ini berdiri disini melihat tidak hanya terbangun, tapi programnya sudah berjalan dengan sangat aktif. Ada banyak guru dari seluruh jenjang yang mengunjungi pusat belajar guru. Saya merasa bersyukur sekali karena melihat proses dari awal dan kerja keras dari semua pihak yang berkontribusi,” ungkapnya.

Dirinya juga mengapresiasi pemerintah daerah yang telah kooperatif, baik dalam pembagunan fisik hingga pembagunan program-program kegiatan PBG yang dirintis sejak November 2016 itu. Pihaknya telah mendapat laporan bahwa telah lebih dari 1.000 guru yang telah dilatih melalui PBG sampai saat ini. Meski demikian, pihaknya terus menanti adanya dampak positif dari program-program tersebut terhadap perkembangan pendidikan di Kabupaten Kudus.

“Serah terima ini bukan sekadar sumbangan, melainkan investasi yang dibuat dengan ekspektasi ada suatu hasil, ada kinerja dari pusat belajar guru yang berdampak langsung untuk peningkatan profesionalisme guru,” pesannya.