Peran Guru PAI Jadi Kunci Pembentukan Akhlak Siswa di Kudus

Bupati Kudus M. Tamzil menilai pentingnya peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi pembentukkan akhlak siswa. (Foto: Diskominfo Kudus)

Kudus – Bupati Kudus M. Tamzil menilai pentingnya peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi pembentukkan akhlak siswa. Peran ini utamanya bisa diwujudkan melalui pembelajaran budi bekerti yang disisipkan pada tiap penyampaian materi PAI.

Hal tersebut disampaikan Bupati dalam acara Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus di Emerald Room Hotel Griptha, Selasa (18/6/2019). Acara tersebut menghadirkan narasumber antara lain Ketua DPRD Kudus Achmad Yusuf Roni; Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Joko Susilo; dan Kepala Kantor Kemenag Noor Badi, serta ada pula sebanyak 50 guru PAI sebagai peserta.

“Sampai hari ini yang masih melekat dengan saya ya ilmu dari guru agama SD dan SMP karena begitu dekatnya menanamkan pendidikan budi pekerti sampai sekarang. PAI mampu memberikan penanaman yang kuat bagi anak-anak,” tutur Tamzil.

Bupati merasa perlu adanya masukan-masukan daru guru-guru PAI, khususnya terkait penyelenggaraan program unggulan tunjangan kesejahteraan guru. Hasil komunikasi antara Pemkab dengan guru PAI ini diharapkan mampu menjadi bahan evaluasi dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selanjutnya.

Ia kemudian menyampaikan apresiasi terhadap forum komunikasi tersebut dan mengatakan bahwa kegiatan semacam ini penting untuk dilakukan. Dari evaluasi yang ada dari kegiatan ini maka pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut. Pihak Pemkab bersama DPRD akan senantiasa memperhatikan masalah sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan para pendidik.

“Saya hadir secara langsung untuk menyampaikan beberapa hal dan apresiasi terhadap kegiatan ini, terutama guru-guru Pendidikan Agama Islam SD, SMP, SMA, SMK. Bahwa apa yang dilakukan hari ini untuk kesempatan sharing dan evaluasi kegiatan kemarin,” lanjut Bupati.

Optimalisasi TPQ

Lebih lanjut, Tamzil mengatakan telah menerima banyak masukan terkait pendidikan agama islam, di antaranya tentang perlu adanya tambahan jam pelajaran PAI pada jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK. Permasalahan tersebut bisa dijawab dengan optimalisasi PAI dari Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) yang diharapkan mampu memberikan alternatif solusi.

“Banyak kritik yang sampai ke kita, bahwa sekolah umum jam pelajaran pendidikan agamanya kurang. Untungnya di Kudus banyak sekolah diniyyah, madrasah, dan TPQ bisa menutup dari satu sisi. Kami mendukung sekali ada kegiatan di luar sekolah,” ujarnya.

Secara terpisah, Wakil Bupati M. Hartopo mengapresiasi peran TPQ dalam mendidik moral dan perilaku generasi penerus bangsa di era global. Peran ini diharapkan mampu mewujudkan masyarakat religius untuk membangun Kudus yang semakin religius.

Menurutnya, di era global sekarang ini, banyak tantangan bermunculan terutama terakit pendidikan moral dan karakter bangsa. Melalui TPQ sebagai lembaga pendidikan Islam, ia optimis Kudus mampu mencetak generasi penerus bangsa yang Qurani dan berkarakter.

“Keberadaan TPQ menjadi filter di era globalisasi. Untuk itu, demi terwujudnya hal tersebut diperlukan pula langkah optimalisasi TPQ melalui peran pendidik,” tutur Hartopo.