Semangat Kerjasama, Ciri Khas Masyarakat Desa

Plt. Bupati H.M. Hartopo menghadiri pengajian umum Haul Mbah Sugi Murang Djoyo Tahun 2019 di Pasuruhan Lor, Senin (16/09/2019). (Foto: Pemkab Kudus)

Kudus- Pemerintah Kabupaten Kudus, terus berupaya untuk memajukan Desa. Desa, dengan kultur gotong royong menjadi ciri khas yang bisa mendukung kemajuan suaru daerah.

Kerjasama ini juga dilakukan oleh masyarakat Desa Pasuruhan Lor yang ikut mensukseskan program pemerintah desa. Desa ini mengalami perkembangan yang pesat.

Plt. Bupati H.M. Hartopo dalam hal ini mengapresiasi kerjasama yang baik tersebut saat menghadiri pengajian umum Haul Mbah Sugi Murang Djoyo Tahun 2019 di Pasuruhan Lor, Senin (16/9).

Apresiasi setinggi-tingginya juga diucapkan H.M. Hartopo kepada warga yang telah sukses melestarikan warisan desa yakni Haul Mbah Sugi Murang Djoyo.

“Saya melihat Pasuruhan Lor telah banyak perubahan. Lebih baik lagi jika jalan-jalan utama dengan cctv yang penting untuk keamanan desa,” ungkapnya.

H.M. Hartopo juga mengimbau agar masyarakat dapat melengkapi jalan-jalan vital desa dengan Closed Circuit Television (CCTV) agar lebih aman. Hal tersebut juga salah satu wujud pemaksimalan dana desa untuk kepentingan masyarakat.

Perbaiki Kualitas Pendidikan

Tak hanya pembangunan, H.M. Hartopo meminta orang tua untuk mengarahkan dan membimbing anak-anak dengan baik. Pihaknya meminta para orang tua untuk mengembangkan potensi yang dimiliki sang anak, baik akademis maupun non akademis. Diharapkan, putra-putri Pasuruhan Lor dapat ikut memajukan Kudus di masa depan.

H.M. Hartopo selalu mengingatkan masyarakat agar selalu introspeksi diri, semangat, dan bersyukur dalam menjalani hidup.

“Di momen bulan Muharrom ini, saya berpesan agar bapak ibu selalu berusaha memperbaiki diri, semangat, dan bersyukur kepada Allah SWT. Semuanya Allah SWT yang mengatur, yang tidak mungkin jadi mungkin jika Allah SWT sudah berkehendak,” jelasnya.

Ia mengajak kepada masyarakat untuk terus berdoa dan berusaha.

“Siapa juga yang menyangka bahwa saya yang dulu bercita-cita menjadi sopir angkot malah sekarang menjadi ‘sopir masyarakat Kudus,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pasuruhan Lor Nor Badri mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut menyukseskan acara. Pengajian umum tersebut merupakan acara puncak setelah diadakan pameran dan kirab budaya.

Nor Badri mengungkapkan terdapat 3700 nasi daun jati yang dibagikam ke warga. Lalu ada 81 anak yatim Desa Pasuruhan Lor yang mendapat santunan dari warga. Pihaknya mendoakan semua yang terlibat dalam acara haul dan donatur mendapat keberkahan dari Allah SWT.

“Alhamdulillah para warga telah membantu secara fisik dan moril sehingga haul terlaksana dengan sangat baik,” ujarnya.