Kudus City Walk, Menjadi Ruang Investasi dan UMKM

Plt Bupati Kudus HM. Hartopo meresmikan Kudus City Walk Jumat (15/11/2019). (Foto: kuduskab.go.id)

TANGGULANGIN – Kudus Trade Center sekarang beralih nama menjadi Kudus City Walk. Tak hanya perubahan nama, bangunan tersebut juga beralih fungsi sebagai mal, yang mengusung konsep lifestyle, dengan tetap memberi ruang untuk UMKM Kudus. Kudus City Walk diresmikan oleh Plt Bupati Kudus H.M. Hartopo pada Jumat (15/11/2019).

Kudus City Walk hadir di Kota Kretek dengan mengusung konsep Lifestyle Mall. Kehadirannya atau yang lebih dikenal dengan Kudus Trade Center mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus. H.M. Hartopo mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada pengelola Kudus City Walk. Kehadiran Kudus City Walk diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat kudus.

Mengusung konsep lifestyle yang terus dikembangkan, tentunya semakin mendukung Kudus sebagai daerah tujuan investasi dan pariwisata seiring dengan laju industri dan pembangunan. Dirinya optimis, adanya Kudus City Walk yang berkolaborasi dengan UMKM mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan iklim bisnis di Kota Kretek.

“Kita garis bawahi bahwa kudus adalah kota industri, kretek dan kuliner. Dengan adanya Kudus City Walk merupakan suatu bentuk support yang bisa mendongkrak sektor-sektor perekonomian kita. Kita men-support semua investor supaya secepatnya bisa turut mengembangkan Kota Kudus. Segera, biar kudus bisa punya ikon seperti kota-kota besar. Harapan kita agar bisa kompetitif dengan daerah lainnya,” ujarnya.

Diharapkan Mampu Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Kudus terus berupaya untuk menjaga dan mempertahankan iklim usaha yang kondusif agar senantiasa terwujud, serta iklim investasi yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Pertumbuhan ekonomi yang signifikan dan perkembangan bisnis ataupun UMKM yang ada diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kudus. Selain itu, sarana dan prasarana publik yang semakin memadai, fasilitas dan tempat hiburan yang mumpuni mampu menjadikan Kudus sebagai daerah tujuan wisata yang menarik dan nyaman untuk dikunjungi.

Sementara itu, General Manager Kudus City Walk Robert Indra Dewanto mengatakan, konsep itu diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif destinasi hiburan bagi masyarakat Kudus. Selian bioskop dari New Start Cineplex (NSC) Ultima, Kudus City Walk juga dilengkapi game centre. ”Kudus City Walk menjadi satu-satunya mal yang punya bioskop dan arena permainan anak indoor terbesar di Kudus,” katanya.

Seperti yang telah dikonsepkan, pihaknya menyediakan ruang untuk para tenant. Saat ini, sudah sekitar 70 persen terisi. Mulai dari produk makanan hingga minuman kekinian. Jika peminat semakin banyak, pihaknya akan melakukan pengembangan ke arah Terminal Jati. Sesuai apa yang disampaikan bupati Kudus untuk menjadi rest area.

Meski demikian, pengelola tetap menyiapkan ruang untuk produk UMKM Kudus. Produk unggulan seperti batik, bordir, maupun kopi Muria disipakan ruang setiap bulannya. Pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait. Untuk tetap memberdayakan produk-produk UMKM yang ada di Kabupaten Kudus. ”Kami berikan ruang reguler untuk penjualan produk-produk UMKM. Selain juga ada kegiatan pameran yang menampilkan produk-produk UMKM secara bergantian setiap minggunya. Ini adalah komitmen kami untuk ikut memberdayakan keberadaan UMKM,” jelasnya.

Dari sisi lain, Direktur PT Sukses Makmur Realtindo, Donny Yulianto, sebagai pengembang Kudus City Walk, sangat mengapresiasi dukungan dari Pemkab Kudus. Ia menjelaskan, Kudus City Walk merupakan nama tambahan dari Kudus Trade Center untuk mengikuti tren di kota-kota besar. Menggandeng investor lokal dan luar kota, Kudus City Walk siap menghadirkan banyak fasilitas. Diantaranya bioskop, game center, kuliner, dan stand pameran UMKM lokal yang menyajikan produk unggulan. “Kita tambahkan New Star Cineplex Ultima dengan 3 teater, game center terbesar di Kudus, kuliner, kopi muria yang diusung Gravitasi Cafe. Selain itu ada ruang pameran yang bisa diisi dengan pameran otomotif, properti, dan perumahan. Tak lupa, kita menyediakan tempat untuk UMKM agar semua produk-produk unggulan Kudus bisa dipamerkan di mall,” tandasnya.

Kudus City Walk yang menempati gedung di samping terminal Induk Kudus. Tempat ini dinilai cukup strategis. Sebab berada di jalur perlintasan dari arah Semarang ke Jawa Timur. Diketahui, gedung pusat perdagangan tersebut berdiri di atas lahan seluas 4.618 meter persegi. Pembangunan dimulai sejak 2017 dengan anggaran sebesar Rp 12,46 miliar. Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartono mengatakan, nilai taksiran sewa gedung tersebut ditetapkan sebesar Rp 53.972.701 tiap bulannya. Besar nilai sewa tersebut untuk jangka waktu tiga periode perpanjangan.