Mawar Hartopo Minta TP PKK Desa untuk Lebih Perhatian pada Fasilitas Kaum Difabel

Mawar Hartopo kala menyaksikan pelantikan dan serah terima jabatan ketua TP PKK Desa (Foto: kuduskab.go.id)

BAE, GEBOG – Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo mengajak pengurus PKK desa yang baru peduli terhadap pembangunan fasilitas bagi kamu difabel. Hal tersebut diungkapkan kala menyaksikan pelantikan dan serah terima jabatan ketua TP PKK Desa Periode 2019-2025 di Kecamatan Kota, Bae, dan Gebog pada Senin (23/12/2019).

Peningkatan akses bagi kaum difabel menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Kudus dan TP PKK Kabupaten Kudus. Pihaknya mengajak TP PKK Desa bersama kepala desa dan lurah untuk memperbanyak fasilitas bagi kaum difabel. Pembangunan infrastruktur bagi penyandang disabilitas dapat memanfaatkan dana desa. Penyerapan dana desa harus maksimal dan efektif menjangkau masyarakat, termasuk kaum difabel. Mawar Hartopo menyampaikan selama ini masyarakat berkebutuhan khusus masih kesulitan mengakses fasilitas publik.

“Bagi TP PKK dan kepala desa yang baru dilantik, saya titip untuk fasilitas kaum difabel. Mereka para kaum difabel membutuhkan pelayanan yang dapat mereka akses. Dana desa harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Bersamaan dengan dilantiknya TP PKK Desa yang baru, Mawar Hartopo mengucapkan selamat bertugas di desa masing-masing. Program Tim Penggerak PKK yang terintegrasi dari pusat hingga desa membutuhkan kekompakan dari seluruh kader PKK. Pihaknya berharap pengurus TP PKK secara ikhlas berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa masing-masing dan melaksanakan 10 Program PKK. “Memang TP PKK Kabupaten Kudus merupakan pekerjaan yang butuh keikhlasan. Pengabdian ibu-ibu semua begitu mulia untuk ikut menyejahterakan masyarakat desa,” tuturnya.

Kaum Difabel Membutuhkan Pendampingan dan Perhatian

Pemerintah desa bersama TP PKK Desa diminta untuk lebih aktif mencatat masyarakatnya yang berkebutuhan khusus. Mawar Hartopo pun mengungkapkan masih banyak kaum difabel yang membutuhkan pendampingan dan perhatian. Oleh karena itu, TP PKK Desa dan pemerintah harus aktif menyerap aspirasi dan mengunjungi warganya.

“Bapak dan ibu semuanya kan yang mempunyai wilayah dan masyarakat, sehingga dapat lebih mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat. Kalau ada masyarakat berkebutuhan khusus dan butuh pendampingan harus segera dibantu,” ujarnya.

Mawar Hartopo juga mengimbau agar TP PKK Desa bersama pemerintah desa bersama-sama memaksimalkan pengembangan potensi desa. Masakan atau tempat wisata khas yang belum populer perlu dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pihaknya siap membantu apabila masyarakat desa membutuhkan bantuan.

“Apa yang menjadi potensi desa harus terus dikembangkan dan dieksplor. Misalnya seperti kudapan dari batang pisang yang beberapa waktu lalu sempat juara di tingkat provinsi. Saya harap ada banyak inovasi lain untuk mengangkat potensi desa. Apabila butuh bantuan, kabupaten siap membantu,” imbuhnya.

Dengan peningkatan pelayanan kepada kaum difabel ini, diharapkan tingkat kesejahteraannya dapat terus berkembang dan semaksimal mungkin, untuk kehidupan yang lebih baik lagi ke depannya.