Penyerahan 23.500 Sertifikat Tanah di Kudus

Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Kapolres Kudus, Komandan Kodim 0722/Kudus, Kepala BPN Kudus, Camat Kaliwungu saat penyerahan sertifikat PTSL (Foto: Pemkab Kudus)

KALIWUNGU – Penyerahan sertifikat PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) tahun 2019 Kabupaten Kudus terus dilakukan. Hari ini penyerahan berlangsung di Balaidesa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, pada Jumat (27/12) pagi

Acara ini dihadiri oleh Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Kapolres Kudus, Komandan Kodim 0722/Kudus, Kepala BPN Kudus, Camat Kaliwungu serta ribuan warga penerima sertifikat tersebut, diserahkan sebanyak 1405 sertifikat yang terdiri dari beberapa desa di Kecamatan Kaliwungu.

Kelapa Badan Pertanahan (BPN) Kudus, Hari Sulistiyo mengatakan pada tahun 2019 di Kabupaten Kudus menargetkan sebanyak 36 ribu bidang selesai sertifikat. Namun kenyataannya dapat terealisasi melebihi target yaitu sebanyak 39.811 dengan tambahan klaster 3 dari tahun 2018.

Target sertifikat tanah melalui program PTSL di Kabupaten Kudus tahun 2019 sebanyak 36.000 bidang tanah, namun realisasinya mencapai 39.811 sertifikat. Hal itu, menurut Hari Sulistyo karena sertifikat tanah yang diselesaikan termasuk klaster III tahun 2018 dan baru dikeluarkan tahun 2019. “Dari 39.811 sertifikat, sudah sebanyak 23.500 sertifikat kita bagikan, termasuk hari ini di Desa Kaliwungu 1.405, sekitar 1.685 bidang tanah diantaranya merupakan tanah milik desa dan 136 bidang tanah diantaranya merupakan tanah wakaf dan selebihnya milik masyarakat. sisanya akan kita serahkan di tahun 2020,” ujarnya.

Pihaknya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu selama proses Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) mulai dari perangkat desa hingga masyarakat yang ikut terlibat sehingga penyerahan sertifikat pada hari ini dapat terselenggara.

Menurut dia program PTSL memiliki beberapa tujuan, diantaranya merupakan tugas konstitusional untuk legalisasi pendaftaran tanah milik masyarakat serta untuk meminimalkan konflik sengketa tanah khususnya tanah tumpang tindih. Tujuan lainnya adalah memberikan akses kemudahan dalam memperoleh sertifikat karena selama ini masyarakat mengeluhkan mengurus sertifikat itu sulit serta memberikan akses pemberdayaan aset masyarakat.

Sertifikat Tanah Merupakan Hal yang Berharga

Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam proses pembuatan sertifikat mulai dari BPN sampai dengan Kepala Desa beserta perangkatnya yang telah bekerja keras, sehingga targat yang telah dicanangkan dapat dilampaui.

“Alhamdulillah dari target tiga puluh enam ribuan sertifikat yang ditetapkan, ternyata terealisasi tiga puluh sembilan ribu lebih yang tercapai, ini merupakan keberhasilan atas kerjasama antara BPN dengan Pemerintah Kabupaten Kudus yang terjalin baik, saya ucapkan banyak terima kasih,” ujar HM Hartopo.

Lebih lanjut, HM Hartopo berpesan kepada warga penerima sertifikat untuk dapat menjaganya dengan baik, dan apabila dibutuhkan suatu saat nanti bisa dijadikan sebuah agunan untuk memperoleh modal usaha, yaitu sebuah modal usaha yang produktif sehingga dapat terus berkembang nilainya. “Saya harap masyarakat dapat menjaga sebaik-baiknya, karena sertifikat merupakan hal yang sangat berharga, jika dibutuhkan dapat menjadi sebuah modal usaha suatu saat nanti, tapi tentunya sebuah usaha yang produktif,” harapnya.

Dirinya menambahkan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dari pemerintah supaya masyarakat menempati tanah yang benar-benar menjadi hak nya dengan dibuktikan dengan sebuah sertifikat.