Angkat Pagelaran Multidisiplin Seni, KBPW dan Kaswan Effect akan Gelar Kudus Art Week

Kampung Budaya Piji Wetan dan Kaswan Effect akan menggelar Kudus Art Week di Taman Budaya Kudus. (Foto : Kampung Budaya Piji Wetan)

Kudus – Komunitas Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) bersama dengan Kaswan Effect akan menggelar kegiatan multidisiplin seni “Kudus Art Week”. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antar-disiplin ilmu kesenian, dari kesenian seni rupa, fotografi dan musik dalam ruang yang inklusif.

Kudus Art Week akan diselenggarakan pada tanggal 19-20 Maret 2022 di Taman Budaya Kudus. Rhy Husaini selaku panitia kegiatan Kudus Art Week, menuturkan tujuan dari kegiatan ini untuk menyinambungkan berbagai kesenian dalam satu wadah pertunjukan.

“Bagaimana ketika multidisiplin (kesenian-Red) itu bisa berkesinambungan dan bisa berkumpul secara organik tanpa mengintervensi satu sama lainnya dan bisa membuat acara bersama. Bahwasannya multidisiplin seni ini, itu sebenarnya mempunyai akar rumput yang sama,” jelas Rhy pada Kamis (10/03).

Kudus Art Week akan dimeriahkan dengan berbagai kesenian baik itu dari pameran seni rupa, fotografi, diskusi kesenian, dan juga pertunjukan seni dan musik dari band-band lokal dan berbagai kota. Rhy berharapnya kegiatan ini dapat menjadi batu loncatan untuk nantinya dapat menjadi kegiatan kesenian yang dikenal dan menjadi ciri khas dari Kudus.

“Jadi masing-masing kota biasa memiliki acara pop kesenian yang mungkin bisa ditunggu-tunggu setiap tahunnya atau dua tahunnya. Pengennya Kudus Art Week ini bisa menjadi pemantik kecil pada akhirnya Kudus memiliki event kesenian pop yang semacam itu,” tuturnya.

Empan Papan

Kudus Art Week mengangkat tema ‘Empan Papan’ yang dalam bahasa Indonesia artinya kesadaran seseorang mengenai kedudukan, dan tempatnya di dalam masyarakat. Rhy menjelaskan Empan Papan merupakan sebuah istilah dari Jawa yang sering disebutkan oleh para sesepuh untuk mengingatkan agar pintar menempatkan diri.

“Temen-temen dari Kaswan Effect dan Kampung Budaya Piji Wetan itu merasa banyak krisis ruang kreatif yang ada, itu salah satunya.” Tuturnya

Tak hanya itu, sambung Rhy, hari ini ruang publik dan ruang privat itu seperti dikaburkan, antara mana yang ruang publik dan mana yang ruang privat. “Solusi paling tepat ya jika ada kasus semacam itu ya kudune Empan Papan, akhirnya gitu,” pungkasnya.