Bupati Kudus Optimis Aglaonema dapat jadi Ikon Baru Lereng Muria

Bupati Hartopo Memberikan Sambutan dalam Acara kontes Aglaonema di Waterpark Mulia Kudus. PEMKOT KUDUS.

KUDUS – Komunitas ASA (Asosiasi Aglanome Nusantara) Lereng Muria mengadakan kontes Aglaonema di Waterpark Mulia Dawe, Kudus pada Minggu (6/4). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka peringatan dua tahun komunitas ASA Lereng Muria. Kegiatan ini diikuti dari berbagai peserta dan komunitas aglaonema dari dalam dan luar kota. Kegitan tersebut dihadiri Bupati Kudus H.M. Hartopo, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Ketua ASA Pusat, dan Ketua ASA Lereng Muria.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan baik dari Bupati Hartopo. Pihaknya berharap kegiatan dan komunitas ini menjadi wadah silaturahmi dan bertukar pikiran para pecinta Aglaonema dan tanaman hias.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah dalam berbagi pengalaman maupun pengetahuan terkait tanaman aglaonema hingga dapat berlanjut dengan agenda-agenda berikutnya. Sangat bagus sebagai ajang silaturahim,” harapnya.

Hartopo juga menyebutkan tanaman Aglaonema atau yang sering disebut Sri Rejeki merupakan tanaman hias populer yang memiliki penggemar cukup banyak dan memiliki nilai ekonomis. Karena perawatanya cukup mudah, varietasnya banyak, dan daunya indah. Melihat hal ini Hartopo percaya diri bahwa tanaman Aglaonema dapat berkembang dan menyebar luas di Kabupaten Kudus.

“Jika dibudidayakan dengan baik, bukan tak mungkin Aglaonema akan menjadi ikon baru dari lereng muria ini,” pungkasnya.

Arif Riyanto selaku Ketua ASA Lereng Muria, menjelaskan ada lima kelas dalam kontes Aglaonema yang terselenggara. Yaitu kelas rumpun, snow white, rumpun non snow white, jouvenil, dan kochin. Masing-masing memiliki kriteria yang khas tersendiri,” jelasnya.

Selain itu, Arif mengatakan bahwa tujuan dari diselenggarakanya kontes Aglaonema untuk menjalin tali silaturahmi sesama pecinta tanaman hias.

“Untuk kopdar, jalin silaturahmi yang erat dan saling tukar pengalaman. Kegiatan ini akan terus kami selenggarakan untuk memperkenalkan tanaman ini di Kudus dengan menggandeng pecinta tanaman dari penjuru nusantara,” jelasnya.

Sementara itu, dari kacamata peserta Dina Setiawati peserta asal lampung mengatakan bahwa dirinya sebagai salah satu pecinta tanaman hias jenis Aglaonema. Tentunya dia selalu berupaya hadir dalam setiap kontes yang diselenggarakan.

“Kami selalu berupaya hadir keliling Indonesia setiap kali ada kontes, karena sebagai ajang mempererat silaturahmi dan persaudaraan sesama komunitas. Yang mana Aglaonema saat ini telah banyak peminatnya,” ungkapnya.

Menurut Dina tanaman hias jenis aglaonema memiliki keunikan tersendiri, yakni dari warna dan bentuknya memiliki ciri khas tersendiri. Yang kedua memiliki daya tarik bagi pecintanya. Dia juga menambahkan Aglaonema memiliki potensi pasar yang sangat menjanjikan terutama bagi penghobi tanaman ini.

“Dalam segi ekonomi, tanaman ini sangat menjanjikan. Peminatnya bisa menjangkau seluruh kalangan. Untuk menstabilkan harga dan nilai jual, kami selalu adakan kontes agar peminat semakin banyak sehingga meminimalisir jatuhnya nilai jual tanaman ini,” tuturnya.

Sumber : https://kuduskab.go.id/